Bupati Luwu Ziarah ke Sejumlah Tokoh Pendiri dan Pejuang dalam Rangka Hari Jadi ke-66 Kabupaten Luwu

LUWU, 2 Juli 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-66 Tahun, Bupati Luwu bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah melakukan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting yang berjasa dalam sejarah dan pembangunan Kabupaten Luwu.Ziarah dimulai di Makam Almarhum DR. H. Kamrul Kasim di Menteng, Kecamatan Larompong. Almarhum dikenal sebagai tokoh cendekiawan dan peletak dasar kebijakan pembangunan Luwu di era modern.

Di lokasi tersebut, Bupati bersama rombongan melakukan tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian beliau.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Opu Dg. Risadju di Taman Makam Pahlawan (TMP) Belopa. Opu Dg. Risadju merupakan salah satu Pahlawan Nasional asal Luwu, yang dikenal atas perjuangannya melawan penjajahan dan semangat juang yang tak tergoyahkan demi kemerdekaan bangsa.Kemudian, rombongan menuju TMP Palopo untuk berziarah ke Makam Andi Ahmad, salah satu tokoh adat dan pejuang lokal yang juga berjasa besar dalam menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai luhur masyarakat Luwu.

Ziarah ditutup di Makam Almarhum Syukur Bijak di Batusitanduk, Kecamatan Walenrang. Almarhum dikenal sebagai tokoh pemerintahan yang turut serta membangun fondasi sosial-politik dan ekonomi Kabupaten Luwu, serta dikenal dekat dengan rakyat semasa hidupnya.Dalam keterangannya, Bupati Luwu menyampaikan bahwa ziarah ini bukan hanya menjadi bagian dari seremoni tahunan, tetapi juga bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap nilai perjuangan dan pengabdian para tokoh yang telah mendahului.

“Hari Jadi Kabupaten Luwu adalah momentum untuk mengenang, menghargai, dan melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu kita. Semoga generasi saat ini mampu menjaga dan melanjutkan warisan kebaikan yang telah mereka torehkan,” ungkap Bupati.

Kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-66 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, sebagai wujud rasa syukur dan refleksi sejarah panjang daerah berjuluk Bumi Sawerigading ini.

Comment